• Kontak Kami
  • Hotline : 083820409499
  • SMS : 081322063949
  • BBM : D05572DE

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 17.00 , Minggu Tutup
Beranda » Artikel Terbaru » Bagaimana Niat Puasa Asyura?

Bagaimana Niat Puasa Asyura?

Diposting pada 28 September 2017 oleh Shasmira Online

Bagaimana Niat Puasa Asyura?

Bagaimana niat puasa Asyura?
Apakah harus dilafalkan? Seperti mengucapkan “NAWAITU SAUMA ‘ASYURA SUNNATTAN LILLAHI TA’ALA”?
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah yang masyhur dengan sebutan Imam Nawawi pernah mengatakan dalam salah satu kitabnya,

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan. Masalah ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, 1: 268).

Coba perhatikan baik-baik apa yang beliau utarakan. Letak niat di dalam hati dan tidak perlu dilafazhkan di lisan.

Ulama Syafi’iyah lainnya yang berbicara tentang niat yaitu Asy Syarbini rahimahullah. Beliau mengatakan,

“Niat letaknya dalam hati dan tidak perlu sama sekali dilafazhkan. Niat sama sekali tidak disyaratkan untuk dilafazhkan sebagaimana ditegaskan oleh An Nawawi dalam Ar Roudhoh.” (Mughnil Muhtaj, 1: 620)

Ulama sepakat bahwa niat cukup dengan keinginan dalam hati

Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya mengenai niat di awal berbagai ibadah seperti ketika mengawali shalat dan ibadah lainnya. Apakah niat ketika itu harus diucapkan di lisan semisal dengan ucapan “nawaitu ashumu” (saya berniat untuk puasa), atau “usholli” (saya berniat untuk shalat)? Apakah seperti itu wajib dilakukan?

Beliau rahimahullah menjawab, “Segala puji bagi Allah. Niat thoharoh (bersuci) seperti akan berwudhu, mandi, tayamum, niat shalat, puasa, haji dan zakat, menunaikan kafaroh, serta berbagai ibadah lainnya, niat tersebut tidak perlu dilafazhkan.

Bahkan yang benar, letak niat adalah di hati dan bukan di lisan, inilah yang disepakati para ulama. Seandainya seseorang salah mengucapkan niat lewat lisannya, lalu berbeda dengan apa yang ada di hatinya, maka yang jadi patokan adalah apa yang ada di hatinya, bukan apa yang ia ucapkan (lafazhkan). (Majmu’ Al Fatawa, 18: 262).Wallahu A’lam.

Bagikan informasi tentang Bagaimana Niat Puasa Asyura? kepada teman atau kerabat Anda.

Bagaimana Niat Puasa Asyura? | Koleksi Busana Muslim SHASMIRA Terlengkap – di Bandung

Komentar dinonaktifkan: Bagaimana Niat Puasa Asyura?

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 219.000
Ready Stock
Rp 225.000
Ready Stock
Rp 299.000
Ready Stock / SAURE CARDIGAN
SIDEBAR