• Kontak Kami
  • Hotline : 083820409499
  • SMS : 081322063949
  • BBM : D05572DE

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 17.00 , Minggu Tutup
Beranda » Artikel Terbaru » Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam

Diposting pada 31 August 2018 oleh Shasmira Online

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam
Memandikan mayat hukumnya adalah fardu kifayah atas muslim lain yang masih hidup. Artinya, apabila di antara mereka ada yang mengerjakanya, kewajiban itu sudah terbayar dan gugur bagi muslimin selebihnya karena perintah memandikan mayat itu adalah kepada umumnya kaum muslim. Namun bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan walau ia dalam keadaan junub sekalipun, tetapi ia hanya dikafani dengan pakaian yang baik untuk kain kafan, ditambah jika kurang atau dikurangi jika berlebih dari tuntunan sunah, lalu dimakamkan dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun. Beliau menyuruh agar para syuhada dari Perang Uhud dikuburkan dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang harus dimandikan adalah sebagai berikut:
a. Mayat orang islam.
b. Ada tubuhnya, walaupun sedikt yang bisa dimandikan.
c. Mayat itu bukan mati syahid.
d. Buka bayi yang keguguran dan jika lahir dalam keadaan sudah meninggal tidak dimandikan

Syarat bagi orang yang memandikan jenazah antara lain sebagai berikut:
a. Muslim, berakal, balig.
b. Berniat memandikan jenazah.
c. Jujur dan saleh.
d. Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan mayat dan mampu menutupi aib si mayat.

Adapun orang yang memiliki hak untuk memandikan jenazah dalam islam antara lain sebagai berikut:
a. Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, kemudian bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.
b. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita serta suamin

c. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.
d. Jika seorang perempuan meninggal, sedangkan yang masih hidup semuanya hanya laki-laki dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup hanya perempuan saja dan tidak mempunyai istri, mayat tersebut tidak dimandikan tetapi cukup ditayamumkan oleh seorang dari mereka dengan memakai lapis tangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang artinya “Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan karena kedudukanya sama seperti tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Berikut beberapa cara memandikan jenazah orang muslim yaitu sebagai berikut:
a. Menyiapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah.
Peralatan yang diperlukan untuk memandikan jenazah antara lain sebagai berikut:

Tempat memandikan pada ruangan tertutup.
Air secukupnya.
Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.
Sarung tangan untuk memandikan.
Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

b. Ambil kain penutup dan gantikan kain basahan sehingga aurat utamanya tidak kelihatan.
c. Mandikan jenazah pada tempat tertutup.
d. Pakailah sarung tangan dan bersihkan jenazah dari segala kotoran.
e. Pakai sarung tangan yang masih baru, lalu bersihkan seluruh badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan.
f. Tinggikan kepala jenazah agar air tidak mengalir kearah kepala.
g. Masukkan jari tangan yang telah dibalut dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan bersihkan hidungnya, kemudian diwudhukan.
h. Siramkan air ke sebelah kanan dahulu, kemudian ke sebelah kiri tubuh jenazah.
i. Mandikan jenazah dengan air sabun dan air mandinnya yang terakhir dicampur dengan wangi-wangian.
j. Perlakukan jenazah dengan lembut ketikan membalik dan menggosok anggota tubuhnya.
k. Memandikan jenazah satu kali jika dapat membasuh ke seluruh tubuhnya itulah yang wajib.
l.Disunahkan mengulanginya beberapa kali dalam bilangan ganjil.
m. Jika keluar dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi. Jika keluar najis setelah diatas kafan tidak perlu diulangi mandinya, cukup hanya dengan membuang najis tersebut.
n. Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus dilepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, setelah disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan dengan handuk dan dikepang.
o. Keringkan tubuh jenazah seteah dimandikan dengan kain sehingga tidak membasahi kain kafannya.
p. Selesai dimandikan, sebelum dikafani berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol, biasanya menggunakan air kapur barus.

Bagikan informasi tentang Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam kepada teman atau kerabat Anda.

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam | Koleksi Busana Muslim SHASMIRA Terlengkap – di Bandung

Komentar dinonaktifkan: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Syariat Islam

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 425.000
Ready Stock / JAYEENA DAN KUMAEERA MUKENA
Rp 110.000
Ready Stock
STOK HABIS
Rp 299.000
Habis / KEOLA TUNIC
SIDEBAR